***********SELAMAT DATANG DI BLOG NAUFAL TSAQIF NUUR SALAF SEMOGA BERMANFAAT BAGI ANTUM***********

Senin, 09 Juli 2012

Derita abadi karena dengki



Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang. Begitulah peribahasa Melayu menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa dengki. Harapan ingin mendapatkan milik orang tak didapatkan, namun sesuatu yang menjadi milik sendiri dikorbankan. Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki. Bahkan, gambaran peribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit dengki.

Derita Para Pendengki

Tak ada yang lebih patut dikasihani melebihi orang yang menderita penyakit dengki. Jika umumnya manusia berpikir dan berbuat untuk sesuatu yang menguntungkan dirinya, atau sekedar menyenangkan hatinya, tidak demikian halnya dengan pendengki. Tak ada keuntungan sedikitpun yang dihasilkan pendengki. Tak ada pula kesenangan hati yang dipanen oleh orang yang hasud.
Kerisauan hati yang tak putus-putus, dialami oleh pendengki saat melihat orang lain mendapat nikmat. Semakin banyak nikmat disandang orang lain, makin menguat gelisah hati pendengki. Ini tidak akan berakhir hingga nikmat tersebut hilang dari orang yang didengki, bahkan terkadang belum terobati juga rasa dengki itu sebelum orang yang didengki tertimpa banyak kerugian. Dari sini kita tahu, betapa jahat seorang pendengki, ia tidak rela melihat orang lain bahagia, sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain bergelimang lara. Allah Ta'ala menggambarkan sikap dengki ini dalam firmanNya, "Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya." (QS. Ali Imran: 120)
Berbeda dengan kesedihan atau musibah yang dialami oleh orang yang bersabar, kegalauan yang terus menerus dirasakan oleh pendengki adalah musibah berat yang sama sekali tidak mendatangkan pahala, bahkan berpotensi menggerogoti kebaikan, sebagaimana api melalap kayu bakar yang telah kering.

Kamis, 28 Juni 2012

Hukum Berpuasa Ketika Safar

BAB PUASA KETIKA SAFAR

Asy-Syaikh ‘Abdullah Alu Bassam dalam kitabnya Taisirul ‘Allam Syarh ‘Umdatil Ahkam menyebutkan muqaddimah bab ini, beliau mengatakan:
Syari’at ini datang dengan hukum-hukum yang sangat mudah dan ringan, sebagai realisasi dari firman Allah subhanahu wata’ala:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Al-Hajj: 78).
Begitu pula Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam ayat-Nya yang lain:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185).

Karena bepergian (safar) itu pada umumnya terdapat padanya kesukaran (rasa berat) dan kesulitan, serta merupakan sebagian dari adzab, maka hal-hal yang berkaitan dengannya diringankan, di antaranya dibolehkan berbuka di siang hari (tidak berpuasa) pada bulan Ramadhan, ini adalah rukhshah (keringanan) yang disunnahkan, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Puasa ketika bepergian itu tidak termasuk kebaikan.”

Minggu, 17 Juni 2012

Windows 7 Loader




Bagi sobat pengguna Windows 7, mungkin tidak asing dengan software yang satu ini. tetapi bagi para pengguna Windows 7 yang masih coba2 (baru mulai menggunakan) mungkin blm tau dengan software 7 Loader.
Fungsi dari software aplikasi ini adalah untuk mengaktifkan windows 7 yang belum teraktivasi dikarenakan kita menggunakanya secara illegal alias tidak membeli kode lisensi dari microsoft.

Untuk penggunaannya juga sangat mudah

Instal Windows 7 pada PC/ Notebook kamu (semua versi Windows 7), tentunya bukan windows 7 original (asli).

Download Windos 7 loader dibawah
Kemudian instal Windows 7 Loader sampai selesai dan komputer kamu akan meminta untuk direstart.

Setelah komputer kamu hidup coba dicek pada Sistem operasi komputer kamu dengan cara klik kanan menu “Computer”, klik "properties".

dan hasilnya 













berarti Sistem Operasi Windows 7 pada komputer kamu tidak lagi trial alias sudah aktif
selamat mencoba, semoga berhasil


Rehat Sejenak, Lembutkan Jiwa dengan Canda ala Nabi


Rehat Sejenak, Lembutkan Jiwa dengan Canda ala Nabi

Sesi istrirahat dalam kajian masih berlangsung. Beberapa orang Muslimah berjilbab terlihat tengah bersenda gurau, tawa mereka pecah beberapa kali. Sepertinya topik yang mereka bicarakan benar-benar lucu. Kegembiraan terlihat jelas di wajah mereka. Namun, sekonyong-konyong datanglah seorang ibu yang sepertinya lebih senior menghampiri beberapa Muslimah tadi, dengan wajah yang “agak seram” ia menghardik, “Hey, jangan bercanda melulu. Tertawa itu menghilangkan harga diri dan menyempitkan hati!” Kontan para Muslimah itupun terdiam.
Terlalu banyak tertawa dapat menghilangkan wibawa dan harga diri serta menyempitkan hati, memang salah satu isi surat Umar bin Abdul Aziz kepada Adi bin Arta’ah. Namun, kehidupan sebagai seorang Muslim yang taat berusaha menegakkan perintah-Nya pun bukan kehidupan yang mudah. Berbagai rintangan, ujian, kesulitan bahkan kegetiran seringkali datang dan melelahkan. Karena itu, setiap manusia pasti membutuhkan waktu untuk rehat. Sekadar melepas penat agar tubuh menjadi gesit kembali dan supaya jiwa tak menjadi goyah akibat beban yang terlalu berat.

Jumat, 15 Juni 2012

Terjemahan Riyadus Shalihin

Hadits adalah merupakan pedoman pokok dalam Islam di samping Al-quran. Riyadhus Shalihin adalah salah satu di antara sekian banyak kitab hadits yang membicarakan masalah akidah, syari’ah dan akhlak, yang ketiga-ketiganya merupakan sendi ajaran Islam. Ebook yang ada di tangan anda ini merupakan terjemahan dalam bahasa melayu yang bisa dipahami oleh kaum muslimin di asia tenggara terutama Indonesia, Malaysia dan singapura.

Judul : Riyadus Shalihin
Karya : Imam Nawawi

untuk men-download dalam bentuk pdf, silahkan Klik dibawah ini

Download

Agar Hidup Makin Berarti di Usia Senja

Agar Hidup Makin Berarti di Usia Senja

Siapapun yang melihat sosoknya pasti akan berdecak kagum. Bagaimana tidak, di usianya yang hampir mendekati enam puluh tahun, dia masih setia mendatangi satu demi satu kelompok pengajian yang dibinanya. Setiap hari. Tak jarang, jarak tempuhnya cukup jauh. Semua jarak itu ia tempuh dengan bersepeda motor.
Ketika ditanya apa yang membuatnya tetap setia menjalani itu semua  –terlebih dengan kondisinya yang telah menjelang senja, Muslimah yang sebelumnya adalah seorang muallaf tersebut menjawab bahwa ia hanya ingin mengikuti Rasulullah SAW.
Di dalam surat Ali Imran ayat 31, Allah SWT berfirman, “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. ‘ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Ibu yang masih terlihat bugar di usia senjanya itu pun berkata bahwa ia ingin mengikuti Rasulullah Saw yang telah memberikan seluruh hidup dan daya upayanya hingga di ujung usia. Meski usianya tak muda lagi, ia ingin seperti Rasulullah yang terus mengabdi dan memperjuangkan kalimat Allah SWT hingga maut menjemput. Meski ia sadar bahwa ia tak pernah sebanding dengan keagungan  Rasulullah Saw tetapi ia bertekad, ingin terus berarti di usia senjanya untuk Islam.